PALEMBANG — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Selatan menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) 2026 di Swarna Dwipa Hotel Palembang, Kamis (24/9/2026).
Rapimprov mengangkat tema “Strategi Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Menuju 6 Persen” sebagai forum konsolidasi dunia usaha untuk merumuskan rekomendasi kebijakan dan peta jalan aksi konkret.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Kadin Sumsel Affandi Udji, jajaran pengurus, serta Asisten I Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel Apriyadi Mahmud mewakili pemerintah daerah.
Ketua Umum Kadin Sumsel Affandi Udji mengatakan, Rapimprov dinilai strategis di tengah pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Kadin yang masuk Prolegnas 2026.
Lanjut Affandi menjelaskan, RUU tersebut membawa mandat penting, mulai dari perluasan peran dalam kebijakan fiskal daerah, penguatan keanggotaan terintegrasi NIB, pembentukan lembaga penyelesaian sengketa bisnis, hingga pemberdayaan UMKM,”Jelas Affandi.
Penguatan kelembagaan Kadin melalui RUU Kadin membawa mandat yang sangat krusial bagi Kadin di daerah
Rapimprov tidak boleh berhenti pada konsolidasi internal, tetapi harus menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dengan menyelaraskan arah kebijakan organisasi dan pembangunan daerah, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha,” terangnya.
Melalui Rapimprov 2026 ini, kita menghimpun pemikiran strategis guna merumuskan rekomendasi kebijakan serta peta jalan aksi yang konkret untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan menembus angka 6 persen,” ungkapnya.
Sementara itu, Apriyadi Mahmud menyambut baik peran Kadin. Ia menyebut capaian pertumbuhan ekonomi Sumsel sebesar 5,32 persen menjadi modal kuat untuk mengejar target 6 persen, namun membutuhkan perjuangan bersama.
“Kami dari Pemprov Sumsel mendukung penuh. Jika pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen, tentu akan berdampak pada perputaran ekonomi Sumsel, dan yang menikmati dampaknya adalah masyarakat Sumatera Selatan. Mari kita satukan komitmen dan kerja nyata demi mewujudkan kejayaan ekonomi Sumatera Selatan,” pungkas Apriyadi.








