Adanya Kericuhan saat Bagi Masker Ado Sumsel Angkat Bicara

by -872 Views

PALEMBANG – Kabut asap akibat karhutla yang menyelimuti Palembang menggerakkan solidaritas driver online. DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan turun ke jalan membagikan masker gratis kepada pengendara di depan Mapolda Sumsel, Selasa (13/10/2026).

Ketua DPD ADO Sumsel, Muhammad Asrul Indrawan, menegaskan aksi sosial tersebut murni bentuk kepedulian dan dukungan terhadap pemerintah dalam penanganan karhutla, bukan aksi tandingan terhadap mahasiswa.

“Ini murni aksi kemanusiaan. Kami di jalan setiap hari, yang paling merasakan dampak asap. Jadi kami ingin bantu masyarakat dengan bagi masker, bukan untuk hadang aksi siapa pun,” ujar Asrul.

Asrul menjelaskan, kericuhan yang terjadi di bawah Flyover Simpang Polda antara mahasiswa Cipayung Plus Palembang dan kelompok berbaju hitam terjadi di luar kendali pihaknya.

Saat itu, tim ADO tengah membagikan masker ketika rombongan mahasiswa datang ke lokasi yang sama. Asrul mengaku sempat menghampiri mahasiswa dan meminta agar aksi tidak digelar di titik yang bersamaan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Namun situasi keburu memanas. Kelompok lain yang disebutnya sebagai oknum ormas terlibat saling serang dengan mahasiswa hingga berujung bentrokan. Dua jurnalis yang sedang meliput bahkan ikut menjadi korban.

“Kami sudah coba lerai dan mediasi, tapi tidak berhasil. Daripada memperkeruh suasana, kami pilih menjauh dan lanjut bagi masker di titik lain yang masih dekat lokasi,” katanya.

Kapolda Sumsel Turun Tangan

Bentrokan tersebut mendapat atensi serius dari Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana Tarigan. Ia memerintahkan jajarannya melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap kronologi dan pihak yang bertanggung jawab.

“Siap, kita akan investigasi menyeluruh. Tapi yang paling penting saat ini, teman-teman yang terluka harus segera dapat perawatan terbaik,” tegas Rony, Selasa petang.

Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Johannes Bangun menambahkan, timnya kini sedang mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti di lapangan. Ia meminta korban, termasuk rekan jurnalis, segera melakukan visum dan melapor resmi ke SPKT Polda Sumsel.

“Karena sudah ada korban dan ini ranah pidana, kami minta korban segera buat laporan tertulis agar bisa segera kami tindak lanjuti,” ujar Johannes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.