Soroti Inflasi di Muara Enim, SIRA Minta Mendagri Lakukan Evaluasi ?

by -734 Views

Palembang – Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) dalam waktu dekat akan mengirimkan pernyatan sikap kepada Pj Gubernur Sumsel terkait inflasi di Muara Enim. Demikian dikatakan Direktur Eksekutif SIRA, Rahmat Sandi Iqbal, Kami 29 Februari 2024.

Menurut Rahmat Sandi didampingi Rahmat Hidayat selaku Sekretaris SIRA berdasarkan data dari BPS Sumsel per Januari 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sumatera Selatan sebesar 3,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,66. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Muara Enim sebesar 6,31 persen dengan IHK sebesar 107,98 dan terendah terjadi di Kota Lubuk Linggau sebesar 2,01 persen dengan IHK sebesar 104,29.

“Kami menilai bahwa, terjadinya inflasi tertinggi di Muara Enim ini disebabkan kinerja PJ Bupati Muara Enim yang kurang mahir, tak punya langkah konkrit terkait bagaimana mengatasi semua persoalan yang saat ini mencekik masyarakat di Kabupaten Muara Enim. Bahkan sejauh ini tindakan yang dilakukan oleh Pemkab Muara Enim hanya semacam kegiatan seremonial saja namun tidak ada hasil yang signifikan untuk masyarakatnya, sehingga Kabupaten Muara Enim menduduki daerah tertinggi angka inflasinya,” katanya seperti yang tertuang dalam rilis yang diterima media ini.

Menyikapi hal ini, lanjutnya, dalam waktu dekat SIRA akan menyampaikan pernyataan sikap kepada Gunernur Sumsel untuk segera memberikan rekomendasi kepada Menteri Dalam Negeri, agar PJ Bupati Muara Enim segera dilakukan Evaluasi.

“Sebab Kabupaten Muara Enim hari ini merupakan penyumbang inflasi paling tinggi di Sumsel dan dampaknya bagi Pemprov Sumsel adalah indicator capaian kinerja Pj Gubernur Sumsel dalam mengendalikan inflasi yang akan dianggap tidak maksimal nantinya,” katanya.

Selain itu, SIRA juga akan menembuskan surat ke Kemendagri di Jakarta dengan tuntutan meminta kepada Pemerintah Pusat agar segera mengambil tindakan.

“Carikan penggantinya dengan yang lebih berkompeten. karena dinilai sudah gagal dalam mengatasi lonjakan harga komoditas. Sebagaimana ultimatum Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk para Penjabat (Pj) kepala daerah yang gagal menjaga angka inflasi akan dicopot dari jabatannnya. Dia meminta para Pj kepala daerah bisa cepat tanggap mengatasi lonjakan harga komoditas, karena penanganan inflasi ini adalah salah satu variable untuk mengukur kinerja Pejabat (PJ) Kepala Daerah,” tandasnya.

Terkait masalah ini, Pj Bupati Muara Enim saat dkonfirmasi tidak bicara banyak. “Silahkan bae (saja),” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis 29 Februari 2024.

Untuk diketahui, hari ini Kamis (29/02) Masih dalam rangkaian upaya Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam menekan laju inflasi, Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim H Ahmad Rizali kembali menggelar Operasi Pasar Murah yang kali ini diselenggarakan di Desa Air Mantai Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) dan Desa Muara Tenang Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT).

Dikatakan oleh Pj. Bupati, pasar murah ini juga merupakan wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama TNI dan Polri dalam menyukseskan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan dan juga Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak Sumsel (GPISS) yang telah diluncurkan oleh Pj. Gubernur Sumsel H Agus Fatoni beberapa waktu yang lalu.

“Semoga dengan terselenggaranya operasi pasar murah ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok dengan harga yang terjangkau ditengah-tengah kenaikan harga menjelang Bulan Suci Ramdhan sampai hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah mendatang,”tutur Pj. Bupati.

Melalui pantauan tim dilapangan, operasi pasar murah ini disambut antusias masyarakat setempat yang rela berbondong-bondong datang untuk membeli berbagai macam bahan pokok keperluan rumah tangga yang sebelumnya telah disubsidi oleh APBD Kabupaten Muara Enim sehingga harganya lebih murah Rp3.000,- s.d Rp6.000 dari harga dipasar.

Adapun beberapa bahan pokok yang dijajahkan dalam pasar murah pada kesempatan ini diantaranya, Beras Premium (Rp63.000 per 5 kg), Beras Medium SPHP Bulog (Rp54.500 per 5 kg) , Gula Pasir (Rp12.000 per kg), Minyak Goreng (Rp11.000 per liter) Tepung Terigu (Rp8000 per pcs), Tepung Tapioka (Rp8000 per pcs), Susu SKM (Rp8000 per pcs), Mentega (Rp5000 per pcs) dan Sirup ABC (Rp10.000 per botol).

(Rian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.