PST Sesalkan Kejati Sumsel Pasang Rantai Saat Aksi Demonstrasi

by -534 Views

Palembang, Mik – Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Situasi Terkini (PST) mengecam tindakan Kejati Sumsel yang merantai pagar saat LSM menyampaikan aksi demonstrasi atas dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim, Dinas Pendidikan Ogan Ilir dan Kampus Univertitas Islam Negeri Raden Fata Palembang, Kamis 9 Januari 2025.

Ketua PST Dian HS saat dihubungi mengatakan, bahwa tidak sepantasya Kejati Sumsel memasang rantai saat LSM ataupun Ormas melakukan aksi demonstrasi. Karena aksi demonstrasi merupakan menyampaian aspirasi secara terbuka demi terciptanya tata kelolah pemerintahan daerah yang bersih dari tindak pidana korupsi.

“Kenapa harus dipasang rantai, kami bukan rampok ataupun perusak fasilitas. Kami hanya menyampaikan aspirasi dan tolong disambut dan beri kami penjelasan mengapa laporan kami terkesan lambat untuk ditindaklanjuti. Sedangkan kasus-kasus besar pun seperti kasus BSB dan PTSL justru belum kelar,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Dian mengaku kecewa atas tindakan Kejati Sumsel yang terkesan tidak terbuka.

Dian juga menambahkan bahwa pihaknya akan kembali melakukan aksi demonstrasi dan sebagai bentuk dukungannya kepada Kejati Sumsel pihaknya juga akan membawa gembok demi keamanan Kejati Sumsel.

“Kami akan terus menyampaikan aspirasi agar Bumi Sriwijaya bersih dari tindak pidana korupsi, kami juga akan membawa gembok demi kemanan Kejati Sumsel namu, kami meminta agar tidak tebang pilih dalam menyambut aspirasi Ormas atau LSM,” tegasnya.

Disisi lain, Ketua Satgas Garda Prabowo Sumsel Feri Yandi menyayangkan atas dirantainya pagar Kejati Sumsel saat LSM menyampaikan aspirasi.

Feri mengaku sebagai pengayom masyarakat seharusnya menerima dan menyambut baik jika ada asprisai yang disampaikan karena mereka menyampaikan aspirasi juga tidak anarkis dan tidak merusak fsilitas yang ada.

“Kami meminta Presiden RI untuk melakukan evaluasi terhadap Kajati dan As Pidsus Kejati Sumsel. Kemana kasus-kasus besar tak kunjung selesai ungkap aktor intelektual di Sumsel kami menginginkan Sumsel bersih dari tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, pada Senin 6 Januari 2025 Garda Prabowo DKD Sumsel melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di Kejati Sumsel hingga membawa keranda hingga masuk ke halaman Kejati Sumsel.

Hal ini pun dinilai adanya tindakan tebnag pilih Kejati Sumsel dalam menyambut asprasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan pihak Kejati terkait dirantainya pagar tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.