Palembang, 24 Maret 2025 – Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, mengapresiasi perjuangan para driver online yang tidak hanya mencari nafkah untuk keluarga tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di sektor informal.
Hal ini disampaikan Gubernur dalam acara Silaturahmi, Doa, dan Buka Puasa Bersama yang digelar Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan di Sekretariat ADO Sumsel.
Herman Deru menyatakan bahwa keberadaan driver online sangat membantu masyarakat sekaligus meringankan tugas pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja di sektor informal.
“Saya bangga melihat kemandirian bapak dan ibu sekalian. Para driver online ini adalah pahlawan nafkah yang tidak hanya berjuang untuk keluarga tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi pengangguran,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, meskipun sering terlibat dalam kecelakaan lalu lintas, para driver online umumnya menjadi korban, bukan pelaku. Oleh karena itu, ia mendukung gagasan Unit Reaksi Cepat (URC) yang digagas oleh Ketua ADO Sumsel, M. Asrul Indrawan, untuk memberikan bantuan cepat kepada driver yang mengalami musibah di jalan.
“Saya mengapresiasi program ini. URC sangat membantu teman-teman driver online saat mengalami kecelakaan atau kendala di jalan,” tambahnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Herman Deru juga secara pribadi membagikan 500 paket sembako kepada para driver online.
“Kedekatan itu bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal kepedulian dan doa. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban teman-teman di bulan Ramadan,” kata Herman Deru.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh driver online dan keluarganya menjelang Hari Raya Idulfitri.
Ketua ADO Sumsel, M. Asrul Indrawan, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan driver online. Ia juga menjelaskan tentang Bonus Hari Raya (BHR) yang diberikan kepada driver online oleh aplikator, sesuai dengan instruksi Presiden RI.
Namun, Asrul mengakui bahwa jumlah BHR yang diterima oleh driver bervariasi tergantung pada kategori atau level mereka di dalam aplikasi.
“Ada yang menerima Rp1,6 juta, ada juga yang hanya Rp50 ribu. Ini tergantung level driver, apakah mereka masuk dalam kategori basic, platinum, atau gold. Jadi, bukan berarti ada ketimpangan, tetapi memang sistemnya sudah diatur seperti itu,” jelasnya.
Selain itu, Asrul meminta agar aplikator lebih selektif dalam penyaluran BHR, khususnya agar bonus Idulfitri diberikan khusus kepada driver Muslim.
“Aplikator pasti bisa mendeteksi siapa saja driver yang beragama Islam dan non-Islam. Jadi, BHR bisa diterima sesuai peruntukannya, sementara driver yang beragama lain akan menerima bonus serupa di hari raya mereka masing-masing,” tambahnya.
Dengan perhatian dari pemerintah dan berbagai program yang berjalan, diharapkan kesejahteraan para driver online semakin meningkat.
“Sesulit apa pun keadaan, kita harus tetap berbagi. Alhamdulillah, hari ini kita mendapat perhatian dari Pak Gubernur. Pak Wali Kota Palembang belum bisa hadir karena agenda lain, tetapi kami percaya beliau tetap ada di hati dan selalu bersama kita,” pungkas Asrul.






