Penjelasan Pingky terkait Mundurnya Paslon Cakada pada Pilkada Sumsel 2024

by -1030 Views

Palembang – Belum lama ini ramai diperbincngkan mundurnya Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Heri Amalindo – Popo Ali (Hapal). Terkait hal itu, Fitriana SH sebagai ketua umum tim pemenangan mengaku bahwa adanya kekejaman politik sehinga Paslon Hapal terpaksa mundur.

Demikian dikatakan Fitriana saat menggelar konprensi pers bersama awak media, Kamis 29 Oktober 2024.

“Kami inggin menyampaikan kepada semua masyarakat Se-Sumsel saya mewakili bapak Heri Amalindo dan Popo Ali yang tadi nya beliau kami dukung namun tersendat di tengah jalan saat detik-detik mau pendaftaran di karenakan kekejaman ataupun di dunia politik ini rupanya seperti politik lebih kejam dari pembunuhan yang dialami kami berdua.” ujar Pingky sapaan akrabnya.

Dia menambahkan, “walaupun mereka kader ataupun beliau itu memang sosok yang sudah berjuang di dunia politik serta di partainya yang ia sekarang alami namun dari sistim pilkada yang tahun ini sangat-sangat tidak dinamis dan sangat-sangat aneh bagi kita semua yang menjalani pilkada ini Bupati, Walikota ataupun Gubernur semuanya tidak normal dan tidak harmonis dengan dinamika-dinamika yang kita jalani di pusat di Jakarta kita mengalami kendala-kendala yang sudah kita timpa kendala ini denggan baik namun tidak bisa kita selamatkan, di karenakan kakanda kita Heri Amalindo untuk dia langsung stop dan mengundurkan diri bukan di karenakan tidak mempunyai materi ataupun tidak sanggup melawan musuh ataupun tidak menepati janjinya untuk kepada masyarakat,” jelas firtiana.

Sebagai Ketua Umum tim Pemenangan Heri Amalindo dia juga mengaju juga ingin mewakili semuanya kepada masyarakat Sumatera Selatan agar tidak berkecil hati dan tidak merasa kecewa di karenakan semuanya ini adalah dinamika.

“Dinamika ini terasa sanggat tidak ada enaknya-enaknya bagi para calon yang potensial namun memang keadaan tahun ini dikarenakan Pilkada serentak mungkin bagi yang ada kepentingan di dunia politik ini partai-partai semuanya itu adalah untuk kepentingan mereka pribadi masing-masing kalau saya alami. Saya juga mengalami sebagai bacalon Walikota yang selama ini saya ikut dengan hati nurani yang jujur yang iklas yang tulus benar-benar untuk menolong masyarakat namun demi kepentingan politik yang kejam namun tidak bisa melihat bahwa pimpinan-pimpinan partai orang yang potensial atau tidak. Namun ya Alhamdulillah kami dalam keadaan sehat walafiat dan kami menentukan terutama saya pribadi Fitriana Bacalon Walikota menentukan untuk melanjutkan bisnis kami masing-masing dan tidak ikut melanjutkan di pilkada ini di karena mundur, sudah saya jelaskan bukan karena materi bukan karena apa namun memang tidak masuk akal kejadian-kejadian di partai-partai besar ataupun di partai kecil sudah tidak harmonis lagi dan sudah tidak baik lagi bagi saya dan bapak Heri Amalindo,” pungkas Fitriana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.